Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa
menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli !
Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah
terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda
sayangi.
KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang
tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir
dihadapannya lewat surat,telepon, foto atau faks.
Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat
berbagi perasaan, perhatian , dan kasih sayang secara
lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas
kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai
pembawa kebahagian.
NB.: pantes ya.. setiap kali hari raya keagamaan,
orang selalu berbondong-bondong mudik...
MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab,
kebanyakan orang lebih
suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama
diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia
amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.
Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan
perhatian pada segala ucapannya, secara taklangsung
kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan
hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda
dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap
utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu
menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia
menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan
yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi
atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan
terdengar manis baginya.
D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan.
Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau
membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam
juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang
karenamemberinya \" ruang\". Terlebih jika sehari-hari
kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,
mengkritik bahkan mengomeli.
KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak
penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang
bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang
jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan
adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan
bukanlah, \"Kau bebas berbuat semaumu.\" Lebih dalam
dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya
kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala
hal yang ia putuskan atau lakukan
KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi
tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ?
(eh..)Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado
lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap
hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun
bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan
bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan
yang tertata indah, misalnya.
TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif
terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita
sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya
dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba
hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan
tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu
terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal
yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula,
pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima
kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah
kado cinta yang sering terlupakan.
KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya
Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta
dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan
itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap
memberikan kado \" kesediaan mengalah\". Okelah, Anda
mungkin kesal atau marah karena dia telat datang
memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali
itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang
berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah sudah dapat
melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari
bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.
SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman,terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa
menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat
dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan
obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan
isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling
kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman
manis pada orang yang dikasihi ?
Monday, December 29, 2008
Kado Yang tidak dijual
Menginstall Program "Kasih Sayang"
Customer Service (CS) : Ya, ada yang bisa saya bantu?
Pelanggan (P) : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal KASIH-SAYANG.
Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?
CS : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
P : Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus
saya lakukan dahulu?
CS : Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?
P: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara
program-program tersebut aktif?
CS : Program apa saja yang sedang aktif?
P: Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE
dan BENCI.COM.
CS : Tidak apa-apa. KASIH-SAYANG akan menghapus SAKITHATI.EXE dari sistem operasi Anda. Program
tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain.
KASIH-SAYANG akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan KASIH-SAYANG tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?
P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?
CS : Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini
sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.
P: OK, sudah. KASIH-SAYANG mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?
CS : Ya, anda akan menerima pesan bahwa KASIH-SAYANG akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?
P: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?
CS : Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. andaperlu mulai menghubungkan HATI
yang lain agar untuk mengupgradenya.
P : Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?
CS : Apa pesannya?
P: ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". apa artinya?
CS : Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program KASIH-SAYANG diset untuk aktif di HATI eksternal
tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman,
tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus meng-"KASIH-SAYANG"-i mesin anda sendiri
sebelum meng-"KASIH-SAYANG"-i orang lain.
P: Lalu apa yang harus saya lakukan?
CS : Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut "PASRAH"?
P: Ya, sudah.
CS : Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori "MYHEART" ,MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan
MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa , file-file konflik dan mulai memperbaiki
program-program yangsalah. Anda juga perlu ,mengosongkan Recycle Bin untuk
memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali
P: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru.
SENYUM.MPG aktif dimonitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI.Apakah ini wajar?
CS : Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya.
Jadi KASIH-SAYANG telahterinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari
sini. Ada satu lagi hal yang penting.
P: Apa?
CS : KASIH-SAYANG adalah freeware. Pastikan untuk
memberikannya kepada orang lain yang anda temui.
Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai
anda akan menerimanya kembali.
P : Pasti. Terima kasih atas bantuannya.
Saturday, November 15, 2008
Harga Waktu Ayah
Sore itu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB , Ketika Ponsel Yosi berbunyi dilihatnya di layar handphone terlulis “ Rumah “, dalam perasannya ia sudah bisa menebak pasti itu telfon dari anaknya, Anak yang semata wayangnya selama ini yang paling dia kasihi bekerja siang dan malam pergi pagi sampai pulang tengah malam semua demi anaknya, demi mencukupi masa depannya. Kedekatan Anaknya dengan dia memang sudah terbukti sejak kehadiran Anak pertamanya Istrinya merasa dinomerduakan, semua rasa sayangnya dicurahkan kepada anak lelaki pertamanya, satu hal yang belum bisa dijawab adalah pertanyaan dari anaknya , “Ayah kenapa kok Pulangnya malam terus”..? Kapan Adik bisa maen – maen sama Ayah, Ayah Pulang Adik sudah tidur, Ayah berangkat adik belum bangun , kalau hari minggu ayah juga sering ijin katanya Ayah ada tugas lembur di Kantor. Begitulah rengek anaknya. Kata – kata dari Anaknya itu terus terngiang dalam pikirannya, sabil bertanya dalam hati Apakah yang sudah aku lakukan saat ini sudah benar ..? Apakah aku sudah adil terhadap diriku dan keluargaku..?
Puncaknya saat ada kesempatan Anaknya dengan sangat polos bertanya pada ayahnya, “ Ayah berapa sih Ayah digaji kantor Ayah selam 1 bulan dengan sedikit kesal ayahnya menjawab Rp. 2,5 juta, trus kalau 1 hari lanjut anaknya, ya tentu Rp. 100 ribu , timpal ayahnya . Ayah tolong dong tambahin tabungan adik, adik kan sudah punya tabungan Rp. 90.000 nah adik minta ditambahin lagiuangnya oleh ayah Rp. 10.000 , mau untuk apa sih dik,? tanya ayahnya, adik mau beli waktu ayah sehari saja .. biar adik bisa puas bermain – main sama Ayah seharian.
Saudaraku, kita sering disibukkan oleh satu aktivitas yang kita lakukan dengan sangat keras, serius sampai kita lupa waktu, lupa makan, lupa keluarga di rumah bahkan lupa menunaikan kewajiban kita sebagai makhluk Tuhan. Tapi pernahkan kita berfikir untuk apa dan untuk siapa selama ini kita bekerja. Dalam Al-Qur ‘an sudah jelas perintah bahwa kita diciptakan oleh Alllah untuk beribadah kepadaNya (Allah). Dan Tidak aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku (Allah). Seandainya kita ditanya kenapa anda bekerja, pasti jawabnya adalah untuk mencari nafkah keluarga, atau untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri. Bekerja adalah cara untuk mencari nafkah keluarga dan ini diperintahkan oleh agama kita , tetapi seharusnya kita tidak lupa akan tujuan akhir kita bekerja. Jangan sampai kita disibukkan oleh bekerja sampai kita lupa bahwa semua itu kita lakukan untuk kaluarga dan pada saat yang sama kita tidak memenuhi kebutuhan keluarga, kebutuhan kasih sayang kepada anak yang tentunya tidak bisa dibeli dengan uang. Atau kita kehilangan kesempatan untuk untuk beribadah yang belum tentu akan kita dapatkan kembali. Selamat Bekerja.!
Thursday, November 6, 2008
MANDIKAN AKU BUNDA...
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, dibidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel'; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, Bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah 'alif' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan
dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, 'Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal?' Dengan sigap Rani menjawab, 'Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!' Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara professional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.
'Contohlah ayah-bunda kalau Alif besar nanti.' Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini 'memahami' orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski ke dua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya 'malaikat kecilku'. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. 'Bunda, mandikan aku!' kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. 'Bu dokter, Alif demam dan kejang- kejang. Sekarang di Emergency.' Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat.
Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. 'Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,' ucapnya lirih, ditengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung disisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, 'Ini sudah takdir, ya kan . Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan ?'' Saya diam saja.
Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. 'Ini konsekuensi sebuah pilihan,' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. 'Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..' Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup diatasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.
Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong. Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat. Sering kali orang sibuk 'diluaran', asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang didekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka, jadi abaikan
saja dulu. Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih
sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada Pelajaran yang sangat berharga.
